Sahabat itu anugerah Tuhan yang diberikan kepada kita. Dalam praktik, sering persahabatan itu bersifat sementara. Selagi kita butuh, kita pun mencari sahabat. Namun setelah merasa tidak membutuhkannya, kita membuangnya dan memusuhinya. Pepatah yang mengatakan “habis manis sepah dibuang”, sering berlaku dalam persahabatan antarmanusia. Padahal sahabat adalah alamat kita mencurahkan isi hati kita. Sahabat membantu kita saat kita tak berdaya dalam mengatasi permasalahan hidup kita. Kita berbagi beban pergumulan dengan sahabat kita dan rasanya tak pernah sahabat kita yang baik itu meminta imbalan. Ia juga menolong kita saat kita mengalami sakit dengan sikap siap berkorban waktu, tenaga, pikiran, dan uangnya.
Sahabat ada di saat suka maupun duka. Menemani kita kapanpun di saat kita butuhkan. Bahkan, sering kali kita lebih mempercayakan sahabat kita untuk di ajak curhat dibandingkan dengan memberitahu orang tua. Sahabat benar-benar mendapatkan tempat yang special di hati kita. Tempat yang kita berikan kepada sahabat itu jelas lebih besar dibandingkan tempat yang kita berikan kepada orang lain. Sekalipun orang itu adalah pacar kita sendiri. Bahkan, sebenarnya untuk usia remaja memilki seorang pacar itu tidak begitu penting, karena kita punya sahabat yang begitu mengerti kita. Sahabat yang jauh lebih memahami kita. Sahabat yang siap menerima kita apa adanya. Seorang pacar belum tentu menerima kita apa adanya. Tidak jarang seorang pacar mendekati kita hanya untuk mendapatkan yang dia inginkan, tetapi saat kita membutuhkan dia, belum tentu dia mengerti kita. Berbeda dengan sahabat kita. Itulah sebabnya, sahabat tidak tergantikan.
Sahabat ada di saat suka maupun duka. Menemani kita kapanpun di saat kita butuhkan. Bahkan, sering kali kita lebih mempercayakan sahabat kita untuk di ajak curhat dibandingkan dengan memberitahu orang tua. Sahabat benar-benar mendapatkan tempat yang special di hati kita. Tempat yang kita berikan kepada sahabat itu jelas lebih besar dibandingkan tempat yang kita berikan kepada orang lain. Sekalipun orang itu adalah pacar kita sendiri. Bahkan, sebenarnya untuk usia remaja memilki seorang pacar itu tidak begitu penting, karena kita punya sahabat yang begitu mengerti kita. Sahabat yang jauh lebih memahami kita. Sahabat yang siap menerima kita apa adanya. Seorang pacar belum tentu menerima kita apa adanya. Tidak jarang seorang pacar mendekati kita hanya untuk mendapatkan yang dia inginkan, tetapi saat kita membutuhkan dia, belum tentu dia mengerti kita. Berbeda dengan sahabat kita. Itulah sebabnya, sahabat tidak tergantikan.
